KITA INDONESIA.COM, — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mendekati kawasan permukiman warga di Perumahan Syuhada, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Kondisi ini memicu kekhawatiran, sementara petugas pemadam kebakaran masih berjuang mengendalikan sejumlah titik api.
Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Jumat sore (23/10/2026), personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Timur terlihat kewalahan menghadapi beberapa titik api. Meski demikian, upaya memblokir penyebaran api agar tidak menjangkau permukiman warga terus dilakukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Luwu Timur, Guntur Hafid, mengatakan seluruh personel pemadam telah ditempatkan di lokasi yang berdekatan dengan permukiman untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Penempatan personel tersebut difokuskan pada upaya menghambat pergerakan api agar tidak merambat ke kawasan perumahan dan mengancam keselamatan warga.
Upaya pemadaman telah berlangsung selama dua hari. Banyaknya titik api menjadi tantangan bagi petugas di lapangan, terlebih ketika kobaran api semakin mendekati kawasan permukiman.
Guntur juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang melakukan pembukaan lahan dengan menggunakan api. Masyarakat diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan dan memastikan api benar-benar padam.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Di tengah keterbatasan menghadapi sejumlah titik api, kerja keras petugas pemadam kebakaran patut mendapat dukungan. Namun, upaya penanganan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan koordinasi lintas instansi agar penyebaran api dapat dikendalikan secepat mungkin.
Keselamatan warga Perumahan Syuhada dan masyarakat Desa Puncak Indah harus menjadi prioritas. Warga di sekitar lokasi diimbau tetap waspada serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru kepada petugas berwenang.(*)









