Luwu Timur, kitaindonesia.Com, — PT Vale Indonesia Tbk berpotensi meninggalkan rencana pertambangan di Tanamalia, Luwu Timur. Konflik agraria sampai saat ini, (22/08) dan penolakan petani lada Loeha Raya menjadi, salah satu tantangan terbesar perusahaan dalam mengembangkan wilayah sekitar 17 ribu hektare tersebut.
Tanamalia selama ini menjadi ruang hidup masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari perkebunan lada. Rencana pertambangan nikel PT Vale mendapat penolakan karena dinilai berpotensi mengancam lahan pertanian dan kehidupan petani.
Meski demikian, PT Vale hingga kini masih mencantumkan Tanamalia sebagai bagian dari proyek pengembangannya. Karena itu, belum tepat menyebut perusahaan telah meninggalkan wilayah tersebut.
Namun, tekanan sosial dan konflik agraria yang terus berlangsung menimbulkan pertanyaan: apakah PT Vale akan tetap mempertahankan Tanamalia atau memilih mengakhiri rencana pertambangan di kawasan tersebut?
Jika Vale akhirnya mundur, keputusan itu akan menjadi babak baru bagi masyarakat Loeha Raya yang selama ini memperjuangkan tanah dan perkebunan lada mereka.(*)











