LUWU TIMUR KITA INDONESIA.COM,– Aliansi Pemuda Desa Puncak Indah akan menggelar aksi unjuk rasa damai di depan PT Tizar Tirzia Trizardi pada Kamis, 6 Agustus 2026, mulai pukul 10.30 WITA. Aksi tersebut mengusung tema “Pemuda Puncak Indah Menggugat: Wujudkan Pemberdayaan yang Merata dan Keterbukaan Informasi.”
Aksi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait dokumen perizinan perusahaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mendorong peningkatan pemberdayaan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat sekitar.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Pemuda Desa Puncak Indah akan menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, meminta perusahaan membuka akses informasi mengenai dokumen perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua, mendorong adanya komitmen nyata terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha lokal dalam kegiatan perusahaan.
Penanggung Jawab Aksi, Salman Alfarisi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh konstitusi dan akan dilaksanakan secara damai.
“Aksi ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan untuk memastikan bahwa investasi berjalan secara transparan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Puncak Indah. Kami berharap aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti melalui dialog yang terbuka,” ujar Salman Alfarisi, Rabu (5/8/2026).
Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh peserta agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta mengedepankan sikap santun dalam menyampaikan aspirasi. Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda mampu menyuarakan kepentingan masyarakat secara damai, bermartabat, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Aliansi Pemuda Desa Puncak Indah berharap aksi damai tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Menurut mereka, investasi yang berjalan secara transparan dan disertai pemberdayaan masyarakat lokal akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah sekaligus menjaga kepercayaan publik.(*)











