Dugaan Permainan BBM di SPBU Matompi Towuti Mencuat, Warga Soroti Antrean dan Praktik Pengisian Berulang

LUWU TIMUR ,kitaindone.com, — Dugaan adanya permainan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, mencuat setelah sejumlah percakapan di grup Whats Aliansi Muak Jaga Lutim menyoroti aktivitas pengisian BBM di SPBU Matompi.

Dalam percakapan yang berlangsung pada 3 September 2026 tersebut, seorang anggota grup berinisial H menyebut antrean kendaraan di SPBU Matompi diduga dikuasai oleh pihak-pihak tertentu yang disebutnya sebagai “pelansir”.

Ia juga mengungkap dugaan adanya modus pengisian BBM berulang dengan menggunakan lebih dari satu kendaraan.

Mereka mengisi BBM berkali-kali dengan modus menggunakan dua motor metik, satu motor tandem,” demikian isi percakapan yang beredar di grup.

Percakapan tersebut juga menyebut adanya dugaan permainan oknum tertentu di SPBU. Salah seorang anggota bahkan meminta agar petugas Satpol PP diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengawasan terhadap antrean.

Soroti dugaan keterlibatan pegawai SPBU

Dalam percakapan lainnya, seorang anggota grup menyatakan bahwa pihak yang perlu ditindak bukan hanya pengguna BBM, tetapi juga pegawai SPBU, khususnya pihak yang memiliki kewenangan di lapangan.

Yang perlu ditindaki para pegawai SPBU-nya, khususnya mengernya,” tulisnya.

Sementara itu, H kembali menyampaikan dugaan bahwa ketika dilakukan pemeriksaan, stok BBM kerap disebut habis. Namun, menurutnya, terdapat dugaan BBM yang disisihkan untuk pihak tertentu.

Kalau ada yang angkat takut lagi,” tulis H dalam percakapan tersebut.

Pernyataan-pernyataan itu masih merupakan dugaan dan klaim dalam percakapan grup Whats, sehingga belum dapat dianggap sebagai fakta atau bukti adanya pelanggaran.

Antrean panjang jadi sorotan

Selain dugaan praktik pengisian berulang, anggota grup juga menyebut banyaknya kendaraan yang mengantre di SPBU Matompi.

Seorang anggota lainnya mempertanyakan aktivitas sejumlah ibu-ibu yang menggunakan sepeda motor dan diduga membeli BBM untuk digunakan sendiri atau dijual kembali secara eceran.

Percakapan tersebut kemudian berkembang pada dugaan adanya aktivitas pelansiran BBM di wilayah Towuti.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik: apakah panjangnya antrean di SPBU Matompi semata-mata akibat tingginya kebutuhan masyarakat, atau terdapat praktik pembelian berulang dan distribusi BBM yang perlu diawasi?

Pertamina dan aparat diminta turun tangan

Munculnya informasi tersebut semestinya menjadi perhatian Pertamina, pemerintah daerah, kepolisian, serta pengawas SPBU untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap pola penyaluran BBM di SPBU Matompi.

Jika benar terdapat kendaraan yang melakukan pengisian berulang dengan cara tertentu untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar, maka perlu ditelusuri apakah aktivitas tersebut sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Sebaliknya, apabila tudingan tersebut tidak benar, pihak SPBU juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar tidak muncul prasangka di tengah masyarakat.

Publik kini menunggu transparansi: berapa volume BBM yang masuk ke SPBU Matompi, berapa yang disalurkan setiap hari, bagaimana mekanisme pengawasannya, dan apakah terdapat pola pembelian berulang yang tidak wajar.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130