Luwu Timur KITA-INDONESIA.COM,— Rencana aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi (Aliansi Muak) terkait polemik pengadaan ambulans desa dari program CSR PT Vale Indonesia Tbk yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 resmi ditunda.
Penundaan aksi dilakukan setelah adanya klarifikasi dari pihak vendor pengadaan ambulans CSR PT Vale kepada Aliansi Muak.
Juru Bicara Aliansi Muak, DG Muri, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap proses klarifikasi yang saat ini sedang berlangsung. Namun ia menegaskan, penundaan aksi bukan berarti polemik pengadaan ambulans telah selesai.
“Kami menunda aksi karena ada komunikasi dan klarifikasi dari pihak vendor. Tapi kami tegaskan, persoalan ini belum selesai dan publik tetap membutuhkan penjelasan resmi secara terbuka,” ujar Muri.
Menurutnya, Aliansi Muak masih menunggu klarifikasi resmi yang disampaikan kepada masyarakat luas agar berbagai isu yang berkembang dapat dijawab secara terang dan objektif.
“Publik butuh keterbukaan. Jangan sampai isu berkembang liar karena minim penjelasan dari pihak-pihak terkait,” tambahnya.
APH Diminta Tetap Menindaklanjuti
Meski aksi demonstrasi ditunda, Aliansi Muak tetap meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti berbagai desakan publik terkait polemik pengadaan ambulans desa yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.
Muri menilai proses klarifikasi tidak boleh menghentikan langkah penelusuran terhadap seluruh mekanisme program, terlebih karena isu yang berkembang sudah menyangkut dugaan pengondisian vendor hingga intervensi pihak tertentu.
“Kalau memang semua berjalan sesuai aturan, tentu itu harus dibuka secara jelas ke publik. Tapi kalau ada dugaan pelanggaran, maka aparat harus tetap bekerja menelusuri seluruh prosesnya,” tegasnya.
Aliansi Muak Tetap Soroti Polemik Ambulans CSR Vale
Sebelumnya, Aliansi Muak berencana menggelar aksi di Polres Luwu Timur,Kejaksaan Negeri Luwu Timur,Kantor DPRD Luwu Timur,Kantor Bupati Luwu Timur.
Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan moral agar polemik pengadaan ambulans CSR Vale dibuka secara terang kepada masyarakat.
Polemik sendiri mencuat setelah publik mempertanyakan mekanisme pengadaan ambulans desa, penentuan vendor, hingga belum tuntasnya realisasi program ambulans Garda Sehat yang sebelumnya ramai dipublikasikan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan desa.
Aliansi Muak menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan kembali turun aksi apabila klarifikasi yang disampaikan tidak mampu menjawab keresahan publik secara terbuka dan menyeluruh.(*)











