Gubernur Sulsel Seharusnya Menyikapi Kritik Warga dengan Bijak

Luwu Timur, kitaindonesia.com,– Ketua Jaringan Aktivis Masyarakat Luwu Timur  (JAKAM) Luwu Timur, Jois Andi Baso, mengkritik respons Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, terhadap aksi masyarakat yang menanam pohon pisang di ruas jalan provinsi yang rusak.

Menurut Jois, pernyataan gubernur yang menyebut, “semakin ditanami pisang semakin saya tidak kerja”, tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang terbuka terhadap kritik. Ia berpendapat, kritik masyarakat seharusnya dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki pelayanan publik, bukan direspons dengan pernyataan yang terkesan menantang.

Seorang kepala daerah harus mampu menerima kritik dengan lapang dada. Aksi warga menanam pohon pisang bukan tanpa alasan, tetapi merupakan bentuk kekecewaan atas kondisi jalan yang dinilai belum mendapat penanganan. Semestinya hal itu dijadikan informasi dan bahan evaluasi oleh pemerintah,” ujar Jois, sore tadi di markas JAKAM Luwu Timur, (9/7)

Ia menambahkan, dalam sistem demokrasi, kritik merupakan bagian dari kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat publik diharapkan merespons aspirasi masyarakat secara bijaksana dan menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan.

Bukan dengan gaya komunikasi yang dapat ditafsirkan sebagai menantang masyarakat. Yang dibutuhkan warga adalah kepastian kapan jalan diperbaiki, bukan polemik atas cara mereka menyampaikan keluhan,” katanya.

Jois berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan lebih mengedepankan komunikasi yang terbuka dan solutif, sehingga kritik masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130