Ribuan Tanaman Kelapa, Jengkol, dan Pisang Milik Ahli Waris Pongsalamba Diduga Digusur PT Vale Tanpa Izin

LUWU TIMUR KITA INDONESIA.COM,– Dugaan penggusuran ribuan tanaman milik warga kembali mencuat di wilayah penguasaan Pongsalamba, Seba-Seba, Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan lahan telah digusur hingga hanya menyisakan sekitar tiga batang pohon kelapa.

Hajar, yang mengaku sebagai ahli waris Pongsalamba, mengatakan ribuan tanaman berupa kelapa, jengkol, dan pisang digusur tanpa pemberitahuan maupun izin. Akibat kejadian tersebut, ia mengaku mengalami kerugian besar.

«”Ini sudah merupakan tindakan pengrusakan. Ribuan tanaman kami, mulai dari kelapa, jengkol, hingga pisang, digusur tanpa izin. Sekarang yang tersisa hanya sekitar tiga batang pohon kelapa,” ujar Hajar.»

Menurut Hajar, tanaman tersebut berada di wilayah penguasaan Pongsalamba di Seba-Seba, Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Ia mengaku telah meminta penjelasan kepada para pekerja di lapangan. Namun, menurutnya, para karyawan yang ditemui menyatakan tidak mengetahui alasan maupun pihak yang memerintahkan penggusuran tersebut.

«”Saya sudah konfirmasi kepada karyawan di lapangan, tetapi mereka mengatakan tidak tahu-menahu mengenai persoalan ini,” katanya.»

Hajar berharap PT Vale segera memberikan penjelasan atas dugaan penggusuran tersebut serta bertanggung jawab apabila terbukti tanaman yang digusur merupakan milik keluarganya. Ia juga meminta pemerintah dan aparat terkait turun tangan untuk menelusuri kejadian tersebut agar memberikan kepastian hukum dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Tim media juga telah mengonfirmasi dugaan tersebut kepada pihak DSS dan External PT Vale melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, kedua perwakilan manajemen PT Vale tersebut belum memberikan tanggapan maupun jawaban atas konfirmasi yang disampaikan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada PT Vale apabila di kemudian hari perusahaan memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait dugaan penggusuran tersebut.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130