Menuju Sirnamekar Tangguh Bencana, Mahasiswa KKN UMMI Perkuat Peran FPRB dan KATANA

SUKA BUMI SIRNAMEKAR, kitaindonesia.Com, – Upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana terus diperkuat di Desa Sirnamekar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar pelatihan pengembangan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) di Kantor Desa Sirnamekar, (22/7/26)

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda mahasiswa KKN Kelompok 02 UMMI selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi potensi bencana.

Ketua KKN Kelompok 02 UMMI, Raden Muhammad Ridwan, mengatakan ketangguhan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat terkait, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“FPRB dan KATANA harus menjadi kekuatan masyarakat di tingkat desa. Ketika bencana terjadi, masyarakat merupakan pihak yang pertama kali menghadapi kondisi tersebut. Karena itu, pengetahuan dan kesiapsiagaan harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi,” ujar Raden Muhammad Ridwan.

Menurut Ridwan, keberadaan FPRB dan KATANA perlu diperkuat, baik dari sisi kelembagaan maupun kapasitas anggotanya. Masyarakat juga perlu memahami potensi risiko bencana di wilayahnya sehingga dapat mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kantor Desa Sirnamekar tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN, pemerintah desa, serta masyarakat untuk membangun komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi potensi bencana.

Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti ketika program KKN selesai. Pengetahuan dan kesadaran yang sudah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa, FPRB, KATANA, dan masyarakat,” katanya.

Mahasiswa KKN Kelompok 02 UMMI juga mendorong adanya pemetaan potensi risiko bencana di tingkat desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui wilayah yang rawan sekaligus menentukan strategi mitigasi yang sesuai dengan kondisi setempat.

Dengan penguatan FPRB dan KATANA serta meningkatnya kesadaran masyarakat, Desa Sirnamekar diharapkan mampu bergerak menuju desa yang lebih siap, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya soal respons ketika bencana terjadi, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat sejak dini.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130