Luwu Timur KITA-INDONESIA.COM,—Gelombang aksi Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di Luwu Timur tidak hanya terpusat di kawasan PT Vale Indonesia, tetapi juga berlanjut ke kantor PT Huali Nickel Industry (HNI) di Sorowako.
Ratusan massa aksi yang terdiri dari elemen buruh, pemuda, dan masyarakat melakukan konvoi dan menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan kantor perusahaan tersebut.
Dalam aksi itu, massa menyoroti isu ketenagakerjaan, khususnya terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) yang tidak sesuai ketentuan, serta pentingnya prioritas kesempatan kerja bagi tenaga lokal.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Towuti, Fendi, yang menjadi salah satu orator aksi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mengawal isu tersebut.
“Kami meminta agar tenaga kerja asing yang tidak sesuai aturan dipulangkan. Ini penting untuk memastikan keadilan bagi tenaga kerja lokal,” tegas Fendi.
Fendi juga menambahkan bahwa aksi ini merupakan tahap awal (prakondisi) dan akan ada langkah lanjutan jika tuntutan tidak mendapat respons yang memadai.
“Ini baru prakondisi untuk PT HNI. Ke depan akan ada aksi yang lebih besar jika persoalan ini tidak ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya.
Selain itu, perhatian juga datang dari Ketua LBH No Viral No Justice Luwu Raya, Nasrum Naba, yang menilai bahwa jika benar terdapat pelanggaran dalam penggunaan tenaga kerja asing, maka hal tersebut harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Jika memang ada tenaga kerja asing yang bekerja tanpa memenuhi ketentuan, maka itu merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas. Kami meminta penegak hukum dan pemerintah tidak tinggal diam, tetapi melakukan penertiban sesuai aturan,” tegas Nasrum.
Nasrum yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LSM Aspirasi menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan konsisten, baik terhadap tenaga kerja asing maupun perlindungan terhadap pekerja Indonesia.
“Penegakan aturan harus dilakukan secara adil. Kita juga berharap tenaga kerja Indonesia di luar negeri mendapatkan perlindungan yang sama, sehingga prinsip keadilan bisa berjalan seimbang,” tambahnya.
Aksi di depan kantor PT HNI berlangsung dalam waktu relatif singkat dan tetap berada dalam pengawalan aparat keamanan. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan May Day di Luwu Timur yang sebelumnya juga digelar di sejumlah titik, dengan fokus pada isu perlindungan hak buruh, kesempatan kerja, serta kepastian kerja bagi tenaga lokal.
Peringatan May Day tahun ini menjadi ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka, sekaligus mendorong adanya dialog dan perhatian bersama terhadap persoalan ketenagakerjaan di daerah. (Eden/*)














