Palopo KITA-INDONESIA.COM,—Kasus pengeroyokan terhadap imam Masjid As-Salam Benteng, Ahmad, yang terjadi usai Salat Ashar pada Rabu (29/4/2026), terus menuai reaksi keras.Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Luwu Raya bahkan dijadwalkan akan mendatangi Polres Palopo untuk mempertanyakan keseriusan penanganan kasus tersebut.
Sekretaris Jenderal FUIB Luwu Raya, Abdul Rauf Dewang (ARD), menegaskan pihaknya mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera menangkap dan memproses para pelaku.
“Ini bukan sekadar tindak kekerasan biasa, tetapi sudah masuk kategori premanisme yang terjadi di lingkungan masjid. Kami mendesak kepolisian untuk tidak lamban dan segera mengamankan pelaku,” tegas ARD.
Menurut ARD, lambannya penanganan kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan tokoh agama dan kesucian tempat ibadah di Kota Palopo.
“Kalau ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terulang. Ini alarm bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta hasil visum korban yang dinilai sudah cukup untuk menjadi dasar penindakan hukum.
“Bukti sudah jelas. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Penegakan hukum harus adil dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” lanjutnya.
ARD menegaskan, aksi yang akan dilakukan FUIB merupakan bentuk dorongan moral agar aparat segera bertindak, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami akan datang mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus ini. Ini bentuk kepedulian dan kontrol masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi.
“Kita kawal bersama, tapi tetap jaga situasi agar tetap aman dan tertib,” tutupnya.
Sebelumnya, Ahmad, imam Masjid As-Salam Benteng, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang sesaat setelah menunaikan Salat Ashar. Hingga kini, pelaku belum diamankan meskipun laporan resmi dan bukti pendukung telah diserahkan ke pihak kepolisian.(*)











