Luwu Timur, kitaindonesia. Com,– Penggeledahan rumah vendor pengadaan ambulans Garda Sehat oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur menjadi babak baru dalam pengusutan dugaan penyimpangan pengadaan ambulans yang bersumber dari dana CSR PT Vale. Langkah tersebut memunculkan harapan agar penegakan hukum tidak berhenti pada pelaksana teknis semata, tetapi mampu mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan bukti keterlibatan.
Dalam penggeledahan di kediaman vendor, Erwin R Sandi, yang dikenal sengat dekat dengan bupati, di Perumahan Puncak Indah, Kecamatan Malili, Jumat, 3 juli 2026.
Penyidik melakukan serangkaian tindakan untuk mencari alat bukti. Sejumlah unit ambulans Garda Sehat tampak berada di lokasi saat proses penggeledahan berlangsung.
Perkembangan ini kembali memantik perhatian masyarakat. Selama ini, pengadaan ambulans Garda Sehat menuai berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme pengadaan, proses distribusi, hingga penggunaan dana yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.
Sejumlah kalangan menilai penggeledahan ini harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap fakta secara menyeluruh. Mereka berharap penyidik menelusuri aliran dana, proses pengambilan keputusan, serta peran setiap pihak yang terlibat, sehingga tidak muncul kesan bahwa penegakan hukum hanya menyasar pihak tertentu.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan Kejari Luwu Timur. Transparansi dalam penyidikan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa siapa pun yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa memandang jabatan, kedekatan, maupun pengaruh.
Hingga berita ini diterbitkan, Kejari Luwu Timur belum menyampaikan hasil resmi penggeledahan maupun barang bukti yang diamankan. Penyidikan masih berlangsung, dan seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara ini tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(*)











