FUIB Tegas Menolak Penampilan DJ di MalTrack Explore Batara Guru: Jangan Nodai Nilai Religius Bumi Batara Guru

Foto Sekjen FUIB Luwu Raya Abdul Rauf Dewang Bersama Kapolres Luwu TimurAKBP Ario Putranto TM dalam acara tablik Akbar Ustadz Maulana di Soroako 6/6/2026.

LUWU TIMUR KITA INDONESIA.COM,– Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Luwu Raya menyatakan sikap tegas menolak rencana penampilan DJ dalam acara pembukaan MalTrack Explore Batara Guru yang akan digelar di Malili pada 20 Juni 2026.

FUIB menilai rencana hiburan tersebut perlu dipertimbangkan kembali karena dianggap tidak sejalan dengan nilai agama, norma masyarakat, serta kearifan lokal yang selama ini dijaga di Bumi Batara Guru.

Sekretaris FUIB Luwu Raya, Abdul Rauf Dewang, mengatakan pihaknya tidak ingin kegiatan yang seharusnya membawa dampak positif justru mencederai nilai religius masyarakat.

Foto Sekjen FUIB Luwu Raya Abdul Rauf Dewang Bersama Al Ustadz Maulana beberapa waktu lalu 6/6/2026

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita baru saja menyambut kedatangan para ulama dan penceramah seperti Ustadz Maulana dan Ustadz Das’ad Latif yang membawa pesan kebaikan untuk menjemput keberkahan Bumi Batara Guru. Jangan sampai keberkahan itu ternodai dengan hiburan yang bertentangan dengan nilai agama,” tegasnya.

Foto Acara Tabligh Akbar Semarak HUT Lutim ke 23 bersama Ustadz Das’ad Latif di Lapangan Pendidikan Malili beberapa waktu lalu 22/5/2026 (Sumber:Kominfo SP Luwu Timur)

Rauf juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara di Palu, Sigi, dan Parigi Moutong yang mengalami musibah gempa bumi.

“Hari ini kita diperlihatkan oleh Allah saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah. Kita juga merasakan getaran di Luwu Timur. Sebagai sesama umat Islam dan sesama manusia, sudah sepatutnya kita berbagi duka dan doa agar mereka diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi bencana,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar mengambil langkah sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.

“Kami dari FUIB dan FPI Luwu Raya meminta kepada pemerintah dan aparat terkait agar mendengar aspirasi masyarakat. Jangan biarkan ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan bertentangan dengan norma yang hidup di tengah masyarakat,” ungkap Abdul Rauf.

Ia menegaskan, apabila pihak penyelenggara tetap melanjutkan rencana tersebut tanpa mempertimbangkan aspirasi umat, maka FUIB dan FPI Luwu Raya akan mengambil sikap.

“Jika tetap dipaksakan, kami dari FUIB bersama FPI Luwu Raya akan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan penolakan terhadap kegiatan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, hiburan dalam kegiatan masyarakat tetap harus memiliki batas dan menghormati nilai agama, adat istiadat, serta kearifan lokal.

“Bumi Batara Guru harus dijaga marwahnya. Hiburan boleh dilaksanakan, tetapi jangan sampai menghilangkan nilai-nilai yang menjadi pegangan masyarakat,” tutup Abdul Rauf Dewang.

Sementara itu, salah satu tokoh ulama Islam Luwu Timur, Muhammad Mufid Alvaturizy, juga menyampaikan tanggapan melalui keterangan tertulis yang diterima media. Ia mengaku telah bersurat langsung kepada panitia MalTrack Explore Batara Guru sebagai bentuk nasihat dan kepedulian.

Muhammad Mufid menyampaikan bahwa kegiatan seperti olahraga, silaturahmi, dan promosi daerah merupakan hal positif, namun tetap harus memperhatikan nilai agama dan norma masyarakat.

“Ini bukan karena kebencian atau permusuhan, tetapi bentuk saling mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Luwu Timur,” tulis Muhammad Mufid yang biasa disapa Ustadz Maulana Mufid,

Beliau menambahkan hal ini tentu menjadi perhatian dan keprihatinan bagi seorang muslim.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Sebagai sesama muslim, kita tentu menginginkan agar kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di daerah kita menjadi sebab datangnya keberkahan dan ridha Allah, bukan justru mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat.

Karena itu, jika informasi tersebut benar, maka menurut saya sebaiknya panitia mempertimbangkan kembali unsur hiburan yang berpotensi mengandung kemaksiatan, khususnya yang berkaitan dengan pembukaan aurat dan hal-hal yang dapat mengundang fitnah. Kata Maulana Mufid 

Namun demikian, nasihat hendaknya disampaikan dengan adab, ilmu, dan kelembutan. Kita tetap berhusnuzan kepada panitia dan semua pihak bahwa mereka menginginkan kebaikan bagi masyarakat. Yang kita koreksi adalah perbuatannya, bukan menjatuhkan kehormatan orangnya

Jadi tetap kita tegur, Agenda ini pastinya juga sepengetahuan pak bupati,Bisa juga kita menghadap nanti ke pak bupati. Singkatnya dalam pesan WhatsApp.(*)

 

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130