Luwu Timur, kitaindonesia. Com– Jaringan Aliansi Masyarakat Luwu Timur (JAKAM) dan Jaringan Masyarkat lingkar tambang (JKM-LT) menyoroti pengelolaan sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, di antaranya Islamic Center Malili dan bangunan Rumah Sakit Towuti.
Ketua JKM – LT Towoti, Amrullah, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya tata kelola aset daerah. Menurutnya, aset yang dibangun menggunakan anggaran negara seharusnya segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Terbengkalainya aset-aset tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara maupun daerah dan menghilangkan manfaat yang seharusnya diterima masyarakat,” kata Amrullah di Markas JAKAM Luwu Timur, Minggu (26/7).

Rumah sakit Towoti.
Senada dengan itu, pengurus JAKAM Luwu Timur, Risal Kadir, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Islamic Center Malili yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera menjelaskan status kedua aset tersebut kepada publik, termasuk langkah-langkah yang akan dilakukan agar aset tersebut dapat difungsikan sebagaimana mestinya,” ujar Risal.
JAKAM dan JKM -LT, mendorong DPRD, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan aset daerah guna memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.









