Luwu Timur,- kitaindone.com, — Islamic Center (IC) Malili kembali menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial hingga Kamis (17/9/2026). Perhatian publik tidak hanya tertuju pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga pada perjalanan anggaran pembangunan dan kelanjutan proyek tersebut dari masa ke masa.
Pada masa pemerintahan Bupati Budiman, pembangunan Islamic Center mulai menunjukkan bentuknya. Bangunan telah mencapai lantai dua dan sudah dapat digunakan untuk pelaksanaan salat lima waktu.
Pada periode yang sama, pemerintah daerah juga menetapkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk kelanjutan pembangunan Islamic Center. Anggaran tersebut disebut diarahkan untuk melanjutkan pembangunan lantai dasar sekaligus penataan lanskap kawasan.
Namun, ketika kepemimpinan beralih kepada Bupati Irwan Bahri Syam, rencana anggaran Rp25 miliar tersebut tidak lagi diarahkan untuk kelanjutan pembangunan Islamic Center dengan alasan efisiensi anggaran.
Di tengah masyarakat kemudian berkembang isu bahwa anggaran tersebut dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lain, termasuk rumah jabatan bupati dan pembangunan pintu gerbang. Namun, informasi mengenai pengalihan tersebut perlu dikonfirmasi melalui dokumen resmi APBD dan penjelasan pemerintah daerah.
Setelah itu, perhatian terhadap Islamic Center dinilai masyarakat semakin berkurang. Selama sekitar dua tahun, publik mempertanyakan tidak adanya anggaran pemeliharaan dari pemerintah daerah.
Kondisi bangunan bahkan sempat menjadi sorotan sejumlah LSM setelah salah satu bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk plafon yang runtuh.
Kini, pada tahun anggaran 2026, Islamic Center kembali mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp15 miliar. Pekerjaan pembangunan saat ini sedang berlangsung.
Namun, muncul pertanyaan baru di tengah masyarakat.
Mengapa anggaran yang sebelumnya disebut mencapai Rp25 miliar kini menjadi sekitar Rp15 miliar? Ke mana selisih Rp10 miliar tersebut?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat belum memperoleh penjelasan yang terang mengenai desain pembiayaan pembangunan Islamic Center secara keseluruhan.
Apakah Rp15 miliar pada 2026 merupakan anggaran final untuk menyelesaikan pembangunan Islamic Center, atau masih akan ada alokasi anggaran lanjutan pada APBD tahun berikutnya
Jika masih membutuhkan anggaran tambahan, berapa total kebutuhan yang diperlukan hingga Islamic Center benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal?
Sebaliknya, jika Rp15 miliar merupakan anggaran terakhir, pekerjaan apa saja yang ditargetkan selesai dengan anggaran tersebut?
Dengan kembali ramainya pembahasan Islamic Center di media sosial, pemerintah daerah dinilai perlu memberikan informasi yang terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Pertanyaan sederhananya: Rp25 miliar yang pernah disiapkan untuk kelanjutan Islamic Center, bagaimana statusnya setelah kebijakan efisiensi anggaran, dan apakah Rp15 miliar pada 2026 menjadi akhir dari pembangunan atau masih ada anggaran lanjutan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk memastikan masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai masa depan Islamic Center Malili sekaligus transparansi pengelolaan anggaran pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.(*)











