Hasil Koordinasi dengan DLH, PT PUL Benahi Lokasi dan Bersihkan Jalan Trans Paska Air dan Lumpur Meluap

Luwu Timur Kita Indonesia.Com — PT Prima Utama Lestari (PT PUL) melakukan pembenahan lokasi dan pembersihan material lumpur di jalur poros Trans Sulawesi, Desa Ussu, Kecamatan Malili, setelah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur, menyusul viralnya video banjir lumpur yang sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar area operasional perusahaan. (*)

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan jalan dipenuhi lumpur berwarna cokelat hingga menghambat kendaraan yang melintas dan menimbulkan kekhawatiran warga terkait keselamatan pengguna jalan. Menanggapi hal itu, Lak Ham Indonesia (LHI) melalui Iskar mengaku telah berkoordinasi dengan DLH Luwu Timur untuk meminta langkah cepat.

SC Video Jalan Trans Sulawesi Paska Pembersihan

Menurutnya, pihak pengawasan DLH telah menegaskan agar perusahaan segera membersihkan material lumpur dan bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

“DLH sudah meminta perusahaan segera membersihkan dan bertanggung jawab. Saat ini jalan sudah dibersihkan, dan besok tim DLH akan turun ke lapangan,” ujar Iskar, Senin (27/04/2026).

Pihak perusahaan melalui KTT PT PUL, Doni, dalam keterangannya menjelaskan bahwa luapan air bercampur lumpur terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat rumput dan lumpur saat hujan deras. Kondisi tersebut sempat menyebabkan kemacetan, namun perusahaan langsung melakukan pembersihan setelah hujan reda hingga arus lalu lintas kembali normal.

 

SC Video Kondisi lalin di jalan trans sulawesi paska pembersihan“Sempat macet tadi, tapi setelah hujan reda kami langsung lakukan pembersihan dan akhirnya arus lalu lintas kembali normal dan lancar. Sisa material juga sudah tidak ada di bahu jalan,” jelas Doni.

Ia menegaskan bahwa PT PUL telah berkoordinasi dengan DLH Luwu Timur dan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Kami juga telah koordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini DLH Luwu Timur. Kami bertanggung jawab dalam hal tersebut, dan kondisi saat ini aman, sudah tidak ada lagi macet, serta sisa air maupun material sudah tidak ada lagi di bahu jalan,” tegasnya.

Meski penanganan cepat telah dilakukan, warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pembersihan sementara.

Evaluasi terhadap sistem drainase dan pengelolaan lingkungan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang, sementara aktivis lingkungan juga mendorong agar inspeksi lapangan oleh pemerintah menjadi dasar evaluasi menyeluruh demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar.

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *