Luwu Timur kitaindonesia.com — Aktivitas penggusuran lahan kembali menuai sorotan.Kali ini, warga di wilayah Lembo Saud, Desa Asuli, mengaku lahannya diduga digusur tanpa pemberitahuan maupun koordinasi terlebih dahulu oleh pihak PT Vale Indonesia.
Ketua Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang Indonesia (JKM LTI), Amrullah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari sejumlah warga yang merasa dirugikan. Senin 6 April 2026.

“Hari ini kami mendapatkan informasi dari warga terkait lahan mereka yang diduga digusur tanpa sepengetahuan pemiliknya,” ungkap Amrullah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, JKM LTI langsung melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen Mining PT Vale Indonesia melalui H. Rauf.
Menurut Amrullah, H. Rauf menyampaikan bahwa pihak perusahaan akan segera melakukan pengecekan di lapangan serta berkoordinasi dengan tim internal.
“Beliau menyampaikan akan melakukan kroscek ke lapangan dan koordinasi dengan tim,” ujar Amrullah mengutip pernyataan pihak manajemen.
Tak hanya itu, JKM LTI juga telah mengonfirmasi kepada pemerintah desa setempat. Namun, berdasarkan keterangan yang diterima, pemerintah desa mengaku tidak menerima pemberitahuan terkait aktivitas penggusuran tersebut.
“Pemerintah desa juga menyampaikan tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” tambahnya.
Atas kejadian ini, JKM LTI menyatakan akan melakukan konsolidasi bersama warga terdampak. Mereka bahkan berencana menduduki lokasi lahan yang dipersoalkan hingga ada kejelasan dan kesepakatan bersama antara warga dan pihak perusahaan.
“Sikap kami jelas, akan konsolidasi dengan warga dan menduduki lokasi sampai ada kesepakatan,” tegas Amrullah.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang.(*)














