Luwu Timur kitaindonesia.com — Konflik lahan di Lembo Saud desa asuli kecamatan towuti kabupaten luwu timur memanas. Pada Selasa, 7 April 2026, sejumlah warga pemilik lahan yang diduga digusur oleh PT Vale Indonesia, melakukan aksi tegas dengan menduduki lahan mereka dan memblokade seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut.

Aksi ini bukan sekadar protes simbolik. Warga secara langsung menghentikan operasional alat berat dan aktivitas tambang di areal yang mereka klaim sebagai milik sah. Situasi di lapangan dilaporkan tegang, dengan warga bertahan di titik-titik lahan yang disengketakan.
Aksi tersebut didampingi oleh Ketua dan pengurus Jaringan Komunikasi Masyarakat Lingkar Tambang Indonesia (JKM LTI), Amrullah. Dalam pernyataannya, Amrullah menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk perlawanan atas dugaan tindakan sepihak yang merugikan masyarakat.
“Ini bukan lagi soal klarifikasi, ini soal hak. Warga merasa lahannya diambil tanpa komunikasi. Karena itu aktivitas kami hentikan sampai ada kejelasan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa aksi pendudukan dan penghentian aktivitas akan terus berlangsung tanpa batas waktu, hingga pihak pimpinan PT Vale Indonesia turun langsung menemui warga dan menyelesaikan persoalan secara terbuka.
“Kalau tidak ada itikad baik dari pimpinan perusahaan untuk hadir dan berdialog, warga akan tetap bertahan di lokasi,” tambahnya.
Warga menilai langkah tegas ini sebagai satu-satunya cara untuk memaksa perusahaan membuka ruang dialog yang adil dan transparan, setelah sebelumnya disebut tidak ada pemberitahuan maupun koordinasi terkait aktivitas penggusuran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Vale Indonesia. Sementara itu, aktivitas di lokasi terdampak dilaporkan lumpuh total akibat aksi blokade warga.(*)














