Luwu Timur, kitaindonesia.com – Pak Sira, sosok yang selama ini setia mengurus dan merawat gedung Islamic Center Kabupaten Luwu Timur, menceritakan kondisi operasional tempat ibadah tersebut.17/4/2026.
Menurut Pak Sira, sejak pelantikan Bupati Irwan Bachri Syam (Iwan Bahri), tidak ada lagi alokasi biaya perawatan rutin dari pemerintah daerah. Selama satu tahun lebih terakhir, operasional Islamic Center hanya mengandalkan sumbangan umat melalui celengan yang ditempatkan di area masjid. Dana tersebut digunakan untuk membayar honor imam serta membeli alat-alat pembersih.
“Sudah satu tahun lebih tidak ada biaya perawatan dari pemerintahan Luwu Timur,” ungkap Pak Sira.
Meski demikian, selama ini masjid tersebut tetap digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melaksanakan shalat lima waktu secara rutin.
Islamic Center sempat sangat viral di media sosial selama dua bulan terakhir. Berbagai demonstrasi mahasiswa lebih banyak menyoroti isu transparansi anggaran dan hal-hal bernuansa politik. Namun, di balik sorotan tersebut, ada orang-orang seperti Pak Sira yang secara ikhlas berkorban menjaga dan merawat tempat ibadah megah yang menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Timur.
Pak Sira mengatakan dirinya pernah dua kali mengusulkan agar Islamic Center dapat digunakan untuk pelaksanaan Sholat Idulfitri. Namun, usulannya ditolak dengan tegas, disertai instruksi agar jangan ada aktivitas di tempat itu.
Setelah penolakan tersebut, Bupati memberikan dana sebesar Rp3 juta untuk membayar sisa honor imam selama satu tahun.
Sebagai aset milik Pemerintah Daerah yang dibangun dengan anggaran APBD puluhan miliar rupiah, Islamic Center seharusnya tidak dibiarkan seperti bangunan yang “tidak bertuan”. Perawatan dan pemeliharaan rutin menjadi tanggung jawab Pemda, bukan hanya bergantung pada partisipasi umat melalui celengan.
Masyarakat Luwu Timur berharap agar Tokoh -tokoh masyarakat tokoh – tokoh agama Islam menghimbau agar seluruh elemen masyarakat, segera berhenti mempolitisasi Islamic Center. Mereka berharap pembangunan Islamic Center dapat secepatnya dilanjutkan sehingga fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat ibadah umat.
Dedikasi pengurus lapangan seperti Pak Sira menjadi pengingat penting bahwa pemakmuran tempat ibadah memerlukan dukungan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Masyarakat Luwu Timur berharap agar Islamic Center ke depan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga terawat dengan baik dan benar-benar bermanfaat bagi seluruh umat.(*)














