Janji Kerja Belum Terwujud, Puluhan Pekerja Lokal Tagih Kepastian kepada Mitra PT HNI

Luwu Timur KITA INDONESIA.COM,– Puluhan tenaga kerja lokal bersama LSM-GEMPA menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kecamatan Wasuponda, Jumat 12 Juni 2026

Aksi tersebut untuk menuntut kejelasan nasib sekitar 60 pekerja lokal yang sebelumnya telah dinyatakan lolos dan disepakati mengikuti proses on boarding kerja, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait penempatan maupun jadwal mulai bekerja.

Aksi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Timur beserta jajaran, Camat Wasuponda, serta unsur TNI dan Polri yang melakukan pengamanan dan pengawalan selama kegiatan berlangsung.

Dalam dialog yang berlangsung antara massa aksi, pemerintah, dan perwakilan perusahaan, persoalan utama yang mengemuka adalah belum adanya kepastian terhadap puluhan tenaga kerja lokal yang telah melalui tahapan rekrutmen. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan pencari kerja yang berharap segera memperoleh kesempatan bekerja setelah dinyatakan lolos proses seleksi.

Suasana dialog sempat berlangsung alot ketika pihak Dinas Tenaga Kerja mempertanyakan dugaan adanya kebutuhan tenaga kerja atau lowongan pekerjaan yang tidak dilaporkan sebagaimana mekanisme yang berlaku. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut transparansi proses rekrutmen dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di Kabupaten Luwu Timur.

Selain menuntut kejelasan terhadap sekitar 60 tenaga kerja yang telah dinyatakan lolos, LSM-GEMPA juga mendesak agar masyarakat Kecamatan Wasuponda memperoleh ruang yang lebih besar dalam proses penerimaan tenaga kerja, khususnya pada posisi helper yang diketahui sempat dibuka namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kelanjutan proses rekrutmennya.

Menurut LSM-GEMPA, Kecamatan Wasuponda merupakan salah satu wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas industri sehingga masyarakat setempat seharusnya mendapatkan kesempatan yang lebih adil dan proporsional dalam mengakses lapangan pekerjaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal.

Sementara itu, perwakilan perusahaan yang hadir dalam pertemuan menyampaikan bahwa mereka belum memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis terkait tuntutan yang diajukan. Pernyataan tersebut mendorong peserta aksi meminta agar pihak manajemen yang memiliki otoritas penuh segera turun tangan untuk memberikan kepastian dan solusi konkret.

Sebagai tindak lanjut dari dialog tersebut, rombongan yang terdiri dari perwakilan massa aksi, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, pemerintah kecamatan, serta aparat keamanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor perusahaan mitra PT Huayue Nickel Industry (HNI). Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi administrasi dan proses rekrutmen yang menjadi keluhan para tenaga kerja lokal.

LSM-GEMPA menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kepastian yang jelas bagi para pekerja lokal yang telah dinyatakan lolos proses rekrutmen. Mereka juga meminta adanya komitmen nyata dari perusahaan untuk membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas, transparan, dan berpihak kepada masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di wilayah terdampak langsung aktivitas industri.

Aksi yang berlangsung secara tertib tersebut berakhir setelah sidak dilakukan, dengan harapan seluruh pihak dapat segera menghadirkan solusi dan kepastian bagi puluhan tenaga kerja lokal yang hingga kini masih menunggu realisasi kesempatan kerja yang dijanjikan.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130