Gangguan Air PDAM Luwu Timur Berulang Saat Hujan Deras: Kekeruhan Tinggi dan Bendungan Tertimbun, Warga Semakin Kecewa

 

Luwu Timur, kitaindonesia. Com,– Pasokan air bersih Perumdam Waemami Luwu Timur di wilayah Jalan Bypass menuju Balantang kembali mengalami gangguan total. Sejak pagi hingga sore hari Jumat (24/7/2026) usai Sholat Jumat, air PDAM tidak mengalir sama sekali.

Menurut informasi dari Saddam, bagian pelayanan dan pengaduan PDAM Luwu Timur, penyebab utama gangguan ini adalah tingkat kekeruhan air yang terlalu tinggi dari sumber air. Bendungan atau reservoir dinyatakan tertimbun lumpur/sedimen sehingga memerlukan pengerjaan menggunakan alat berat seperti excavator untuk membersihkannya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, warga masih belum mendapatkan kepastian kapan proses pembersihan akan selesai dilakukan dan pasokan air akan normal kembali. Upaya menghubungi nomor resmi PDAM pun sering kali sulit tersambung.

Masyarakat setempat menduga kuat bahwa masalah ini sudah menjadi pola berulang. “Setiap hujan deras turun, pasti air PDAM mati. Ini sudah sering terjadi,” ungkap warga. Akibatnya, banyak keluarga terpaksa membeli air eceran dengan harga mahal, menambah beban ekonomi di tengah kenaikan tarif air yang baru-baru ini diterapkan.

Kenaikan Tarif vs Realita Pelayanan yang Merugikan Konsumen

Kenaikan tarif PDAM yang dibenarkan untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan pelayanan justru menuai kritik tajam. Pola gangguan berulang ini dinilai sangat merugikan konsumen dan berpotensi melanggar beberapa ketentuan hukum, di antaranya:

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (khususnya Pasal 4), yang menjamin hak konsumen atas kualitas layanan sesuai janji serta hak atas kenyamanan dan keamanan.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan penyelenggara memberikan pelayanan berkelanjutan, transparan, dan responsif terhadap pengaduan.

Peraturan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum yang mengharuskan penyedia layanan menjamin kontinuitas pasokan sesuai standar minimal, termasuk antisipasi terhadap sedimentasi dan cuaca ekstrem.

Warga mendesak pihak Perumdam Waemami Luwu Timur, khususnya bagian pelayanan yang dipegang Saddam, untuk segera memberikan penjelasan resmi, mempercepat pembersihan bendungan, dan meningkatkan sistem cadangan air agar masyarakat tidak terus menjadi korban gangguan berulang.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur diharapkan segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perumdam Waemami agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130