Sejarah Baru Ditulis di Makassar, SP3N Resmi Berdiri sebagai Wadah Perjuangan Pekerja Perempuan Nusantara

MAKASSAR KITA INDONESIA.COM,— Tonggak baru perjuangan pekerja perempuan Indonesia tercatat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pada Sabtu (6/6/2026) pukul 06.00 WITA, Serikat Perjuangan Pekerja Perempuan Nusantara (SP3N) resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan bagi pekerja perempuan di seluruh Indonesia.

Deklarasi yang berlangsung penuh semangat tersebut dihadiri oleh para pekerja perempuan dari berbagai daerah di Nusantara, serta jajaran pengurus organisasi yang telah terpilih, mulai dari Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan Organisasi, Ketua Umum hingga Sekretaris Jenderal.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars SP3N. Acara tersebut juga disaksikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Nasional, Mukhtar Guntur Kilat, yang memberikan sambutan sekaligus pengantar deklarasi.

Dalam sambutannya, Mukhtar Guntur Kilat menyampaikan bahwa momentum tanggal 6 bulan 6 tahun 2026 memiliki makna simbolis sebagai tanda kekuatan, persatuan, dan tekad perjuangan pekerja perempuan.

“Kita berkumpul bukan untuk meminta belas kasihan, tetapi untuk memperjuangkan hak yang selama ini terabaikan. Pekerja perempuan adalah kekuatan produktif yang menopang roda ekonomi bangsa,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Naskah Deklarasi Pendirian SP3N yang dipandu oleh Ketua Dewan Pembina terpilih, Yani Maryani.

Dalam deklarasi tersebut ditegaskan bahwa SP3N merupakan organisasi independen, berdaulat, dan milik pekerja perempuan Indonesia, tanpa dipengaruhi kepentingan politik, modal, maupun kekuasaan yang dapat merugikan pekerja.

SP3N menyatakan komitmennya memperjuangkan keadilan sosial, hak asasi manusia, serta menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan di dunia kerja.
Empat agenda utama yang menjadi perjuangan SP3N yakni:
Upah layak dan setara, termasuk kesetaraan upah tanpa diskriminasi gender.

Perlindungan penuh pekerja perempuan, dari kekerasan, pelecehan, intimidasi, hingga perlakuan tidak manusiawi di tempat kerja.
Kesetaraan peluang, dalam pendidikan, pelatihan, pengembangan karier, dan pengambilan keputusan.

Jaminan sosial nyata, termasuk perlindungan kesehatan, keselamatan kerja, dan masa depan pekerja.
Selain itu, SP3N menetapkan prinsip perjuangan berupa kemandirian, solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan perjuangan lintas generasi.

Setelah deklarasi, acara dilanjutkan dengan pidato perdana Ketua Dewan Pembina Yani Maryani, SH., dan Ketua Umum terpilih Indira Thamrin yang menegaskan kesiapan organisasi untuk memperjuangkan hak pekerja perempuan.

Dalam pernyataan penutup, SP3N menyatakan kehadirannya sebagai benteng perlindungan dan suara perjuangan perempuan pekerja di Indonesia.

SP3N hadir menjadi kekuatan pendorong perubahan sosial agar pekerja perempuan dapat bekerja dengan bermartabat, hidup sejahtera, dan mendapatkan perlakuan yang adil,”demikian pernyataan organisasi.

Dengan semboyan “SP3N: Pelita Perempuan Nusantara”, organisasi tersebut resmi berdiri dan menyerukan kepada seluruh pekerja perempuan Indonesia untuk bersatu memperjuangkan hak dan masa depan yang lebih baik.

“Selamat berjuang! Hidup Pekerja Perempuan Indonesia!”(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130