Diduga Harga LPG 3 Kg di Pangkalan Hamka Capai Rp25 Ribu, Warga Minta Ketegasan Pemerintah dan Agen Haerani

Luwu Timur KITA INDONESIA.COM,— Sejumlah warga Desa Mandiri mengeluhkan dugaan harga penjualan LPG 3 kilogram di Pangkalan Hamka yang disebut mencapai Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Warga meminta pemerintah dan pihak agen Haerani melakukan pengawasan serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Salah seorang warga Desa Mandiri yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, harga yang dibayarkan warga selama ini rata-rata berada di kisaran Rp23 ribu sampai Rp25 ribu. Kamis 4 Juni 2026.

“Rata-rata orang beli di Pangkalan Hamka itu Rp23 sampai Rp25 ribu. Kalau saya sendiri sekitar beberapa hari lalu beli Rp25 ribu, itu saya ganti,” ungkap warga tersebut.

Ia juga menyebut adanya dugaan perbedaan harga ketika dilakukan pengawasan.

“Kata beberapa tetangga, nanti kalau ada pengawas atau dari media datang baru harganya bisa Rp20 ribu,” ujarnya.

Selain persoalan harga, warga juga mengaku sering melihat kendaraan jenis Grand Max terparkir di depan rumah pangkalan tersebut dengan kondisi bak belakang tertutup sebagian.

“Kami sering lihat mobil Grand Max parkir di depan rumah pangkalan, baknya tertutup setengah. Kami tidak tahu apakah ada tabung atau barang lain, karena tidak terlalu kelihatan. Mau mendekati juga tidak enak, nanti dikira ikut campur urusan,” katanya.

Menurut warga, kendaraan tersebut disebut sering melakukan perjalanan ke arah Sulawesi Tengah, namun ia mengaku tidak mengetahui tujuan maupun aktivitas kendaraan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak agen LPG dapat melakukan pengecekan langsung terhadap mekanisme penyaluran dan harga jual LPG subsidi agar sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pangkalan Hamka dan Agen Haerani belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130