Makassar, kitaindonesia.Com, – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Mahasiswa Anti Korupsi Luwu Timur di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mendapat dukungan dari Ketua Jaringan koalisi masyarakat lingkar tambang (JAKAM) Luwu Timur, Jois Andi Baso. 28/06/2026.
Menurut Jois, aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum sekaligus upaya mendorong aparat penegak hukum agar memberikan perhatian serius terhadap penanganan dua perkara yang menjadi sorotan masyarakat, yakni dugaan penyimpangan pengadaan seragam sekolah gratis dan program pengadaan ambulans yang bersumber dari dana CSR PT Vale.
“Aksi mahasiswa ini adalah bentuk kontrol sosial yang harus diapresiasi. Kami mendukung penuh langkah mereka untuk mendorong Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengawal proses penanganan perkara tersebut, sehingga ada kepastian hukum dan masyarakat tidak terus bertanya-tanya mengenai perkembangannya,” kata Jois.
Ia menilai, supervisi dari Kejaksaan Tinggi diperlukan agar proses penanganan perkara berjalan profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan kasus yang menyangkut kepentingan publik.
Jois juga berharap penyidik segera menuntaskan proses yang sedang berjalan. Jika telah ditemukan bukti yang cukup, proses hukum harus dilanjutkan sesuai aturan. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan unsur tindak pidana, hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Apa pun hasilnya, yang paling penting adalah adanya kepastian hukum. Jangan sampai perkara yang sudah menjadi perhatian publik berlarut-larut tanpa kejelasan,” tegasnya.
Aksi mahasiswa tersebut mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk mengawal penanganan dua dugaan perkara yang disebut sedang diproses oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur.(*)









