Belum Ada Pemadatan, Proyek Pengerasan Jalan Tuai Penolakan Warga

Luwutimur.kitaindonesia.com Proyek pengerasan jalan yang yang selesai ditimbun bulan November lalu di Dusun Tambak Yoso Desa Kalaena Kiri Kabupaten Luwu Timur, Sulsel kini menuai penolakan dari warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga tidak melalui tahapan pemadatan sebagaimana mestinya.

Material timbunan terlihat dominan batuan kecil tanpa campuran pasir hanya dihampar begitu saja tanpa menggunakan alat pemadat, sehingga kualitas pekerjaan diragukan warga setempat.

Proyek yang dikeluarkan dari Dinas PUPR T.A 2025 ini senilai Rp.173.500.874.00,- dengan nilai ruas Rp.89.725.5422.00,- sementara Kontrak Nomor: 600.1/17/SPK/PUPR-BM.6/X/2025 dan Konsultan Perencana oleh CV. Putra Kahu Perkasa, Penyedia Jasa Konstruksi CV. Sahabat Konstruksi sementara Konsultan Pengawas oleh CV. Indtim Baja Engineering dengan masa kerja 83 hari sejak 10 Oktober 2025.

Warga menilai pengerjaan proyek terkesan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Mereka khawatir jalan yang baru ditimbun itu tidak akan bertahan lama dan justru cepat rusak saat dilalui kendaraan karena lebih banyak material batuan tanpa pasir sebagai perekat material sehingga akan cepat tertimbun lapisan tanah terlebih ketika musim hujan.

“Kalau tidak dipadatkan, percuma saja. Ini bukan perbaikan, tapi pemborosan anggaran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (16/12/2025).

Sumber warga setempat menyebutkan alat pemadat atau Bomag belum pernah terlihat di lokasi sejak proyek selesai ditimbun.

“Terakhir alat itu keluar dari lokasi pada November sekitar pertengahan bulan lalu saat selesai dihampar material,” ungkap warga.

Sementara Kadek Budi selaku rekanan proyek saat dikonfirmasi menjelaskan, ” Baru bulan ini selesai ditimbun dan sementara menunggu antrian Bomag,” bebernya.

Sumber dari warga lain juga menerangkan, “Ada juga pembetukan sebagian dilakukan, tapi itu jalan memang sudah terbentuk sebelumnya dan itupun langsung ditimbun juga,” ungkap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Warga meminta pihak terkait segara turun melakukan pemeriksaan lapangan agar pekerjaan yang dilakukan segera dievaluasi menyeluruh agar proyek benar-benar dikerjakan sesuai aturan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *