Diduga Modus Pesta, Gas Subsidi Disalurkan Tengah Malam; Warga Mekarsari Minta Ketegasan Sanksi Pemerintah

Luwu Timur KITA INDONESIA.COM, — Dugaan penyalahgunaan distribusi tabung gas elpiji 3 kilogram kembali menjadi sorotan di Kabupaten Luwu Timur. Sebuah video berdurasi 43 detik yang direkam sekitar pukul 23.45 WITA diduga memperlihatkan aktivitas penyaluran gas subsidi di pangkalan Pertashop Kalena, Desa Mekarsari, Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur Sulsel. Selasa 26 Mei 2026

Dalam rekaman tersebut, penyaluran tabung gas subsidi diduga dilakukan kepada pengepul dengan alasan kebutuhan acara pesta atau pernikahan. Modus ini kini menjadi perhatian warga karena gas elpiji 3 kilogram merupakan subsidi pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Yang memicu sorotan tajam masyarakat adalah aktivitas pelayanan yang berlangsung hingga tengah malam. Warga mempertanyakan alasan distribusi dilakukan di luar jam operasional normal, sehingga memunculkan dugaan adanya pelayanan khusus terhadap pihak tertentu.

Sejumlah warga Mekarsari mendesak pemerintah daerah, pihak agen, hingga aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan distribusi LPG subsidi tersebut.

“Kalau benar ada pelayanan khusus atau distribusi tidak tepat sasaran, maka harus ada tindakan tegas. Gas subsidi ini hak masyarakat kecil, bukan untuk dimanfaatkan oknum tertentu,” ujar salah satu warga.

Masyarakat juga meminta pemerintah tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi memberi sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran aturan distribusi, termasuk evaluasi hingga pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap pangkalan yang terbukti menyalahi ketentuan.

Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi pengawasan distribusi LPG subsidi di Luwu Timur. Warga berharap pemerintah tidak tutup mata, sebab kelangkaan gas 3 kilogram selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, sementara dugaan penyaluran yang tidak tepat sasaran terus memunculkan keresahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pangkalan maupun agen terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan aktivitas penyaluran tersebut. (*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130