LUWU TIMUR KITA-INDONESIA.COM,–Gelombang kekecewaan meluas di kalangan masyarakat Kabupaten Luwu Timur, khususnya di wilayah binaan PT Vale Indonesia. Ketidakpuasan ini muncul menyusul terungkapnya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum mitra kerja atau vendor dalam pengelolaan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang dialokasikan untuk pengadaan unit mobil ambulans.
Kasus ini dinilai telah menodai citra dan kredibilitas program pemberdayaan masyarakat, yang sejatinya dirancang untuk memberikan manfaat nyata dan langsung bagi kesejahteraan warga setempat.
Merespons polemik yang kian memanas, berbagai elemen masyarakat mendesak adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem tata kelola dan mekanisme pengawasan dana kemitraan perusahaan di masa mendatang. Ketua Umum Aliansi Masyarakat Luwu Timur, dg.Muri menegaskan perlunya keterbukaan informasi publik di setiap tahapan penyaluran bantuan. Ia menuntut agar rincian nilai anggaran, proses penyerahan, hingga bukti realisasi program CSR PT Vale Indonesia dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses masyarakat luas.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat Luwu Timur berhak mengetahui ke mana saja dana bantuan tersebut disalurkan, serta memastikan bahwa bantuan itu benar-benar diterima oleh pihak yang berhak dan membutuhkan,” tegas dg muri
Selain menuntut transparansi dari pihak korporasi, masyarakat juga meminta Pemerintah Daerah Luwu Timur untuk memaparkan secara rinci matriks alokasi dan peruntukan dari seluruh dana CSR yang masuk ke daerah.
Keterbukaan data ini dinilai sangat krusial agar masyarakat dapat menjalankan fungsi pengawasan secara partisipatif di lapangan. Tanpa adanya akses informasi yang jelas, celah-celah ketidaktahuan yang rentan disalahgunakan untuk penyelewengan dikhawatirkan akan terus terbuka lebar.
Di sisi lain, warga juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers dan media massa yang berani mempublikasikan serta mengawal kasus ini hingga diketahui publik. Berkat peran media sebagai kontrol sosial, berbagai praktik yang menyimpang dan merugikan kepentingan daerah dapat terungkap ke permukaan.
Menutup pernyataannya, dg muri menegaskan komitmen pihaknya bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal isu ini hingga tuntas. Langkah ini diambil demi memastikan setiap rupiah dana CSR PT Vale Indonesia digunakan murni untuk peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat di wilayah pemberdayaan, bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu saja. (*)











