Lutim.kitaindonesia.com — Warga Dusun Turunan Bajo, Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, membangun plat dekker secara swadaya sebagai akses sementara menuju lahan tambak masyarakat. Plat dekker berukuran 4 x 7 meter ini dibangun menyusul kondisi pondasi lama yang sudah jebol dan dinilai rawan ambruk.
Pembangunan darurat tersebut dilakukan melalui gotong royong warga dengan menggunakan material berupa 50 zak semen, sirtu sebanyak 2 ret, besi beton ukuran 12 mm, serta behel besi ukuran 8 mm. Seluruh material dan tenaga kerja berasal dari swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Kepala Dusun Turunan Bajo, Ansar M, menyampaikan bahwa pembangunan plat dekker ini dilakukan demi menjaga akses vital masyarakat agar tidak terputus, khususnya bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertambakan.
“Ini murni swadaya warga. Kami bangun sementara agar akses ke tambak tetap bisa dilalui dengan aman,” ujar Ansar M di sela kegiatan, Sabtu 20/12/2025.
Hal senada disampaikan warga Edi dan Asri Jaya, yang menilai plat dekker tersebut sangat penting bagi kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, jika akses tersebut dibiarkan rusak, dampaknya akan langsung dirasakan oleh para petambak.
Plat dekker ini berada di jalur yang berdampingan dengan tambak masyarakat, termasuk tambak milik mantan Bupati Luwu Timur, Almarhum Thoriq Husler, dan digunakan bersama oleh warga sekitar.
Pondok milik Mantan Bupati Husler
Antusias ratusan warga sukarela datang saling mendukung bekerja demi kelancaran akses mereka yang selama ini terkendala ke lahan tambak dan pertanian setempat.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih lanjut dengan membangun plat dekker permanen yang lebih kuat dan layak, mengingat jalur tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang perekonomian masyarakat Dusun Turunan Bajo.












