Warga Rekam Video Dugaan Pelaku Pelangsir Nyelonong di SPBU Puncak Indah Malili, Tengah Malam Dipanggil.

 

Malili, Luwu Timur – Sebuah video pendek yang direkam warga di SPBU Puncak Indah, Kecamatan Malili, pada malam Sabtu (4 April 2026) kembali memicu pertanyaan keras dari masyarakat. Video memperlihatkan sebuah pickup putih masuk langsung ke area pompa, diikuti seorang pria berkaos putih yang berjalan santai di depan mobil tanpa mengikuti antrean.

Dalam caption unggahan, warga menulis dengan nada kesal:

“Pelaku pelangsir Malili/Puncak Indah yang meresahkan! langsung masuk, tidak mengantri!”

Yang paling menyulut emosi, dalam rekaman terdengar suara seorang warga berbicara dengan nada frustrasi dan marah:

“Katanya stoknya sudah habis!, tapi tengah malam mereka memanggil para pelaku pelangsir!”

Warga juga menyampaikan keluhan lebih lanjut:

“Siang hari antrean sangat panjang, dan biasanya sore sudah tutup. Sekarang malah buka hampir tengah malam. Apakah ini pelayanan atau kesempatan berbuat curang?”

Masyarakat di Luwu Timur kini semakin vokal menyampaikan harapannya:

“Kami mengharapkan benar-benar petugas melakukan pengawasan dengan ketat.”

Keluhan ini mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat. Siang hari, antrean kendaraan warga biasa mengular panjang, sering kali mereka pulang dengan tangki kosong karena stok BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) diklaim habis. Namun, menurut pengamatan warga, SPBU justru buka lebih lama hingga hampir tengah malam, dan diduga ada panggilan khusus bagi pelaku pelangsir untuk mengisi bahan bakar dengan lebih mudah.

Fenomena ini bukan hal baru di Luwu Timur. Warga biasa yang hanya membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari kerap kesulitan, sementara pelaku pelangsir dengan kendaraan pickup dan tangki modifikasi kerap membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi di luar SPBU. Belakangan ini, aktivitas serupa juga viral di SPBU Lopi Mangkutana dan SPBU Tomoni, sehingga Polres Luwu Timur melalui Unit Tipidter berencana memanggil pengelola kedua SPBU tersebut untuk klarifikasi.

Masyarakat berharap pihak berwenang (Polres Luwu Timur dan Dinas terkait) segera melakukan penertiban yang tegas, termasuk memastikan aturan antrean diterapkan secara adil dan mengusut dugaan adanya kelonggaran atau praktik tidak wajar di SPBU. Pengawasan ketat dari petugas di lapangan menjadi harapan utama agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pengelola SPBU Puncak Indah maupun pihak yang terekam dalam video. (*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *