GOWA KITA INDONESIA.COM,— Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Lapas Narkotika Kelas IIA Bollangi, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5), berujung ricuh. Sedikitnya delapan orang demonstran diamankan pihak kepolisian usai insiden yang terjadi saat massa menyuarakan tuntutan terkait dugaan peredaran narkoba di dalam lapas.
Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman membenarkan adanya kericuhan tersebut. Ia menyebut situasi di sekitar Lapas Bollangi kini telah berhasil dikendalikan dan aparat masih melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti insiden itu.
Menurut Aldy, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan saat ini diamankan di Polsek Bontomarannu untuk dimintai keterangan. Polisi juga masih menunggu laporan resmi dari pihak Lapas Bollangi sebelum melanjutkan proses penyelidikan.
“Situasi saat ini sudah kondusif. Para terduga pelaku sementara diamankan di Polsek Bontomarannu, dan kami masih menunggu laporan resmi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga belum menyimpulkan motif utama maupun tuntutan detail yang melatarbelakangi aksi tersebut. Selain itu, polisi turut menelusuri informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pemukulan terhadap peserta aksi serta isu penyanderaan demonstran.
Di sisi lain, Juru Bicara Aliansi Masyarakat Peduli Hukum, Alif Fajar, membenarkan bahwa delapan peserta aksi diamankan setelah kericuhan terjadi. Ia juga menuding adanya tindakan kekerasan yang dialami sejumlah demonstran saat insiden berlangsung.
Menurut Alif, dari delapan orang yang diamankan, lima di antaranya diduga mengalami pemukulan. Satu orang disebut mengalami luka cukup serius hingga babak belur, sementara satu lainnya mengalami dugaan cedera pada rahang. Beberapa peserta aksi lain juga dilaporkan mengalami lebam.
“Saat ini mereka masih berada di Polsek Bontomarannu untuk dimintai keterangan. Kami juga tengah menyiapkan laporan terkait dugaan penganiayaan,” kata Alif.
Sebelumnya, massa aksi menggelar demonstrasi di depan Lapas Bollangi dengan tuntutan agar dugaan peredaran narkoba di dalam lapas diusut secara terbuka dan transparan. Massa secara bergantian menyampaikan orasi serta meminta aparat dan pihak terkait membuka persoalan tersebut ke publik.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman atas kericuhan yang terjadi, termasuk dugaan tindakan represif dan klaim penganiayaan terhadap peserta aksi. Situasi di sekitar Lapas Bollangi dilaporkan berangsur kondusif. (*)












