Warga Luwu Timur Geram: Tarif PDAM Naik, Pelayanan Dinilai Tetap Buruk

Luwu Timur, kitaindonesia.Com, – Kenaikan tarif air Perumdam Waemami pada 2026 memicu keluhan masyarakat di media sosial, 5 Juni 2026. Sejumlah pelanggan mengaku tagihan air naik hingga sekitar 75 persen, namun perbaikan pelayanan dinilai belum terlihat.

Warga masih mengeluhkan suplai air yang sering terputus, tekanan air lemah, serta kualitas air yang kerap keruh saat hujan deras. Selain itu, sosialisasi kenaikan tarif juga dianggap kurang transparan.

Perumdam Waemami menyebut kenaikan tarif diperlukan untuk menutupi biaya operasional dan mendukung perbaikan infrastruktur. Namun masyarakat mempertanyakan manfaat yang dirasakan pelanggan karena keluhan yang sama masih terus terjadi.

Warga juga menyoroti bahwa kenaikan tarif pernah dilakukan pada era Bupati Budiman dan kembali terjadi pada masa Bupati Irwan Bachri Syam. Kondisi ini memunculkan pertanyaan karena beban pelanggan terus bertambah sementara kualitas pelayanan belum menunjukkan perubahan signifikan.

Di tengah tambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah, masyarakat meminta transparansi penggunaan anggaran, audit independen, serta percepatan perbaikan jaringan dan kualitas layanan.
Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kenaikan tarif harus dibarengi peningkatan pelayanan yang nyata,” demikian tuntutan yang disampaikan warga.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130