Luwu Timur kitaindonesia.com — Dugaan pencemaran kembali mencuat di Sungai Kalaena, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, setelah warga menemukan air sungai berwarna coklat kehitaman.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Komisi III Kabupaten Luwu Timur, Muh. Iwan, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi tersebut.

“Kami sudah mengetahui dan langsung memerintahkan pemerintah setempat untuk melakukan pengecekan. Besok kita cek, ini tidak bisa dibiarkan kalau terbukti ada pencemaran lingkungan,” tegasnya. Senin 2 Maret 2026
Sementara itu, Humas PT. Teguh Wira Pratama (PT. TWP), Baso, menjelaskan bahwa kejadian tersebut sudah terjadi beberapa hari lalu dan Dinas Lingkungan Hidup telah turun meninjau lokasi.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan bersama DLH, tidak ditemukan adanya rembesan limbah dari kolam (pond) perusahaan.
“Air yang berwarna coklat kehitaman itu berasal dari rembesan air tanah gambut, bukan dari kolam limbah,” ucap Baso melalui sambungan telepon WhatsApp
Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan salah satu tim pengawas lingkungan hidup Kabupaten Luwu Timur yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya memang sempat turun melakukan pengecekan, namun belum memperoleh hasil.
“Beberapa waktu lalu kami sudah turun cek, namun kami agak terlambat dan petugas lingkungan TWP juga tidak ada di tempat, sehingga belum ada hasil. Minggu ini kami agendakan kembali turun melakukan pengecekan,” ungkapnya.
Perbedaan keterangan ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pengecekan lanjutan dapat dilakukan secara transparan dan hasilnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di kemudian hari.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat Sungai Kalaena merupakan sumber air penting bagi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah diharapkan segera memastikan kondisi sebenarnya demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.












