Diduga Dikerjakan Tanpa Perhitungan Matang, Tanggul PTPN IV di Lagego Takluk Diterjang Arus Sungai

Luwu Timur KITA INDONESIA.COM – Tanggul pengaman sungai yang dibangun oleh PTPN IV Regional 2 di Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, menuai sorotan warga setelah mengalami kerusakan di sejumlah titik akibat diterjang derasnya arus sungai. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas dan perencanaan pembangunan tanggul yang diharapkan mampu mengendalikan erosi serta mengurangi risiko banjir.

Dari pantauan di lokasi, konstruksi tanggul yang memanfaatkan lori bekas perebusan berisi batu kali terlihat mengalami pergeseran. Di beberapa bagian, arus sungai terus menggerus bantaran hingga menyebabkan longsoran tanah yang semakin meluas.

Kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya warga Dusun Mar-Mar dan Dusun Batangnge. Mereka menilai tanggul yang dibangun belum mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap ancaman abrasi dan luapan sungai saat debit air meningkat.

Selain mengancam lahan perkebunan warga, gerusan yang terus terjadi juga berpotensi memperparah sedimentasi di aliran sungai. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko banjir pada wilayah yang berada di sekitar bantaran sungai.

Ketua BPD Desa Lagego, Hading Saputra, meminta agar pembangunan pengendali banjir dilakukan berdasarkan kajian teknis yang komprehensif dan tidak hanya berorientasi pada solusi jangka pendek.

“Jangan sampai pembangunan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar persoalan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi permanen yang benar-benar mampu melindungi lingkungan, lahan warga, dan permukiman dari ancaman banjir maupun erosi,” tegasnya.

Menurut warga, kerusakan yang terjadi seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk meninjau kembali desain konstruksi, kekuatan material, serta metode penanganan bantaran sungai yang digunakan.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah turut melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pembangunan tanggul tersebut. Langkah cepat dinilai penting agar kerusakan tidak semakin meluas dan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Dengan potensi curah hujan yang masih tinggi, warga mendesak agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis kajian teknis yang matang, sehingga pembangunan tanggul tidak hanya menjadi proyek penanganan sementara, melainkan solusi jangka panjang bagi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Desa Lagego.(*)

banner 400x130

Pos terkait

banner 400x130