Sulteng.kitaindonesia.com —
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan momen memilukan saat jenazah warga Desa Uematopa harus dibawa pulang dari Puskesmas Bulan Jaya menuju Dusun Pariah menggunakan sepeda motor. Hal ini terjadi lantaran tidak adanya fasilitas ambulans yang tersedia.
Sebuah pemandangan memilukan terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Jenazah seorang warga terpaksa diantar pulang ke kediaman warga menggunakan sepeda motor akibat keterbatasan akses dan fasilitas transportasi.
Korban adalah Pirna (19), warga Dusun Kalamba, Desa Uematopa. Ia melahirkan pada 5 Januari 2026 d sebuah kebun dengan bantuan sando/sanro setempat. Awalnya, korban dan bayinya sebelumnya dilaporkan selamat. Namun 3 hari kemudian, Pirna mengalami pendarahan hebat. Keluarga, yang terhalang minimnya fasilitas dan medan ekstrem, baru mampu membawa Pirna ke Puskesmas Dataran Bulan pada 14 Januari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu desa terpencil, di mana kondisi jalan yang rusak parah serta tidak tersedianya mobil ambulans membuat keluarga dan warga setempat hanya bisa mengandalkan sepeda motor. Jenazah dibungkus seadanya dan dibonceng oleh warga dengan penuh kehati-hatian.
Warga menyebut, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Minimnya infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan kerap memaksa masyarakat mengambil langkah darurat saat menghadapi situasi duka.
“Kalau hujan, jalan sama sekali tidak bisa dilewati mobil. Kami tidak punya pilihan lain,” ujar salah seorang warga dengan suara lirih.
.
Kejadian ini menuai keprihatinan luas dari masyarakat dan menjadi sorotan terkait kesenjangan pembangunan, khususnya di wilayah pedalaman. Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memberikan perhatian serius, terutama terkait perbaikan akses jalan dan penyediaan ambulans desa.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata beratnya perjuangan warga di daerah terpencil, bahkan untuk mengantarkan orang tercinta ke peristirahatan terakhir.
Kondisi ini memicu kritik pedas dari netizen, salah satunya dari akun Ewhyn yang menyentil prioritas penganggaran daerah. Dalam kolom komentar, ia menulis:
“Sudah resiko jadi rakyat hari ini. Dan belum terlalu darurat situasi rakyat hari ini apalagi untuk pengadaan mobil ambulance itu belum penting, yang paling urgent, dan paling darurat itu pengadaan mobil Dinas Bupati DN 1 L merek hyundai harga 1,3 Miliar…” ungkapnya baru-baru ini.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Touna, Gusnar Sulaiman, SE, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dan akan segera memanggil Dinas Kesehatan. Terkait anggaran, ia berkilah bahwa pengadaan ambulans terganjal efisiensi, namun pengadaan mobil dinas tetap berjalan karena dianggap sudah sesuai aturan kapasitas mesin.
Hingga saat ini, Bupati Tojo Una-una belum memberikan jawaban terkait polemik ini.












